Selasa, 07 Desember 2021

PROFIL SMKN 2 PANGKALPINANG

 


Profil Kepala Sekolah

 Setelah meninggalnya Kepala Sekolah SMKN 2 Pangkalpinang, yaitu alm.. Drs. Yulizarman, MT  pada tanggal 12 September 2021, maka ditunjuklah Bpk. Muhammad Rafajar , SPd.,M.TI, selaku Plt. (Pelaksana tugas). Beliau yangmemperoleh gelar S2 Program Pendidikan Teknik Informatika ini mulai mengajar di sekolah ini pada tanggal 1 Maret 1992.

(sebelah kiri): Bpk. Muhammad Rafajar, SPd., M.TI.

Sejarah SMKN 2 Pangkalpinang


                                                      

Perjalanan  SMKN 2  berawal pada tahun 1962. Saat itu dengan bantuan PT Timah didirikanlah sebuah sekolah swasta bernama STM. Lokasinya berada di Jln. Kacang Pedang, Pangkalpinang, seperti lokasi sekarang. waktu itu hanya dibuka 3 jurusan saja, yaitu Jurusan Listrik pada tahun 1967 dan menyusul Jurusan Mesin dan Jurusan Bangunan pada tahun 1969. Yang bersekolah di situ hanya siswa kaki-laki saja.(Nama STM sangat terkenal di Bangka dan disegani).


Karena animo masyarakat Bangka untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah ini cukup besar, maka seiring berjalannya waktu dibukalah jurusan baru pada tahun 1986, yaitu Jurusan Otomotif dan Jurusan Elektronika.


Kapan nama STM berubah menjadi SMKN 2?


Pada tahun 1993 berdasarkan kebijakan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, nama STM (Sekolah Teknologi Menengah) diubah menjadi SMK (Sekolah Menegah Kejuruan) kelompok Teknik dan Industri, dan sekarang disebut SMKN 2 Pangkalpinang.


Berapa jumlah siswanya?


Karena berlokasi di tanah yang luas, yaitu 41.885 meter persegi, maka sekolah ini bisa menampung lebih dari 1000 siswa, sehingga rata-rata tiap tahunnya yang bersekolah di sini berjumlah 1500-an. Untuk informasi terupdate, jumlah siswa-siswi SMKN 2 per tgl 7 Desember 2021 sbb:

Kelas X     : 533 orang

Kelas XI    : 499 orang

Kelas XII    : 503 orang

Jumlah total : 1535 orang


Berapa jumlah guru dan tenaga kependidikannya?


Karena harus melayani ribuan siswa, sekolah ini mempekerjakan sekitar 100-an guru dan puluhan tenaga kependidikan , mulai dari staf tata usaha, perpustakaan, tukang kebun, satpam, dan penjaga sekolah serta pramusaji.

Informasi per 7 Desember 2021 sbb:

Guru PNS    : 70 orang

GTT             : 29 orang

Tenaga Kependidikan:

PNS    : 5 orang

PTT    : 28 orang


Apa visi misi SMKN 2?

Visi SMKN 2 adalah : Menjadi pusat pendidikan dan pelatihan teknologi rekayasa serta teknologi informasi dan komunikasi yang menghasilkan tenaga kerja profesional, siap memasuki pasar kerja global berbasis produk unggulan berbudaya lingkungan.

Adapun misi SMKN 2 adalah:

  1. Menjadikan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Industri/Informasi yang Profesional Sesuai Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
  2. Melaksanakan Sistem Pendidikan Kejuruan yang Kreatif, Inovatif dan akuntabilitas yang berorientasi pada kepuasan pelanggan.
  3. Menghasilkan Tamatan yang Mandiri, adaptif dan inovatif.
  4. Memberikan Layanan produk dan Jasa bidang Teknologi dan Informasi Kepada Masyarakat dan Stakeholder.
Apa saja fasilitas yang dimiliki oleh SMKN 2?

Sekolah ini memiliki banyak fasilitas yang memuaskan untuk menunjang pembelajaran, ytaitu ruang teori, bengkel yang luas, laboratorium komputer dan praktikum, aula yang nyaman, ruang kantor 2 lantai, 2 lapangaqn futsal, 1 lapangan voli sekaligus untuk lapangan bola basket, lapangan sepak bola yang luas, technopark,2 kantin yang higienis, dan sebuah bengkel mobil ke4rjasama dengan Daihatsu yang dalam proses finishing.

Ruang teori


Lab. Komputer


Aula

Stuktur Organisasi SMKN 2 Pangkalpinang

Berikut ini adalah struktur organisasi SMKN 2 Pangkalpinang:



Apa saja sih program kerja SMKN 2?

Program kerja sekolah terbagi dalam beberapa bagian, yaitu: bidang kurikulum, bidang kesiswaan, bidang ketenagaan, dan bidang sarana/prasarana. 

Untuk bidang kurikulum, program kerjanya antara lain: 

  • mengadakan pembagian tugas jam mengajar bagi para guru
  • menyusun jadwal kegiatan belajar
  • melaksanakan supervisi kelas
untuk bidang kesiswaan, program kerjanya meliputi:
  • membentuk panitia PPDB
  • membina kegiatan ekstra kurikuler melalui OSIS
  • mengatur pemberian bermacam-macam bantuan dan beasiswa
Untuk bidang ketenagaan, program kerjanya mencakup hal-hal berikut:
  • analisa kebutuhan guru dan pegawai
  • peningkatan profesionalisme guru dan pegawai
  • pengusulan kenaikan pangkat/Angka Kredit
Apa saja Bidang Keahlian dan Kompetensi yang ada?

Ada 10 Bidang Keahlian yang ditawarkan di SMKN 2 Pangkalpinang, yaitu:
  1. Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB)
  2. Bisnis Konstruksi dan Properti (BKP)
  3. elektronuika Industri (Elind)
  4. Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL)
  5. Teknik Permesinan (PM)
  6. Teknik Pengelasan (LAS)
  7. Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO)
  8. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)
  9. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
  10. Multi Media (MM)
Bagaimana Kemitraan dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI)?

Sebagai sekolah kejuruan, SMKN 2 harus menjalin kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Indiustri (DU?DI). Hal ini berthujuan sebagai tempat para siswa mempeoleh pengalaman bekerja di dunia nyata melalui proses pemagangan atau Praktek Kerja  Industri (Prakerin).

Oleh karena itu, setiap tahun SMKN 2 melakukan kerjasama dengan berbagai industri yang tidak saja berada di seputaran Kota Pangkalpinang, namun juga yang berada di luar pulau.

Berikut ini adalah nama-nama industri yang bermitra dengan SMKN 2 Pangkalpinang:

Senin, 06 Desember 2021

WORKSHOP GERAKAN LITERASI DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN PLATFORM BLOG

Pada hari Senin, 6 Desember 2021 sekitar 30 orang guru SMKN 2 Pangkalpinang mengikuti Workshop Gerakan Literasi Digital dengan Menggunakan Platform Blog. Yang menjadi narasumber adalah Ibu Rosminiyati, SPd, pelopor gerakan literasi digital di SMKN 2 dan seorang blogger aktif. Satunya lagi adalah Ibu Nova Indriani, S.T.,M.Pd, guru SMKN 2 yang pakar di bidang IT

Setelah acara dibuka oleh Pak Zamiro, SPd, mewakili Plt.Kepala SMKN 2 Pangkalpinang, Pak Muhammad Rafajar, S.Pd, M.TI, sesi pertama adalah sesinya Bu Ros. 
Bu Ros yang merupakan tamatan FKIP-UNSRI tahun 1993 ini membuka sesi ini dengan beberapa pantun. Lalu beliau meminta para guru untuk mencari nama guru yang paling berkesan yang pernah mengajar,bisa waktu di SD, SMP, SMA, atau dosen waktu kuliah di internet. Ternyata ada sebagian guru yang menemukan nama guru tsb di internet, sebagian yang lain tidak menemukan nama gurunya di internet.. Karena mereka yang tidak ada di internet, tidak meninggalkan jejsk digital. 
Selanjutnya memasuki sesi, ada beberapa hal yang disampaikan bu guru yang penuh semangat ini. 
πŸ‘‰Mengapa perlu menulis di blog? Karena:
-Sifat fleksibel
-Bisa bebas berkreasi
-Bisa dibagikan secara praktis
-Memberikan manfaat bagi orang lain. 
-Bisa dijadikan buku
-Bisa dipakai untuk media pembelajaran

πŸ‘‰Apa sih manfaat blog walking? 
-Memperoleh informasi terkait teori dasar menulis
-Sebagai salah satu cara ampuh bagi kita untuk mendapatkan inspirasi bagi konten di blog kita

Di akhir presentasi, Bu Ros menyampaikan hal berikut: Do what you can do today, don't postpone until tomorrow. 
Pertanyaan dari bu Multy: kiat apa supaya bisa menulis dengan antusias?
Dari Pak Boy: Kenapa menulis di blog sebagai media untuk menulis? 
Pak Zamiro: Strategi apa agar berhasil menulis di blog? 
Jawaban untuk bu Multy;
1.ubah mindset. Kalo orang lain bisa, kenapa kita tidak
2.yakinlah pada diri sendiri. Jangan kuatir jika tulisan kita tidak ada yang baca. Bangun kepercayaan diri. Setiap tulisan unik dan akan menjadi ciri khas kita. 
Jawaban untuk pertanyaan dari Pak Zamiro;
Untuk mendapatkan kesuksesan, kita harus membuat skala prioritas. Mana yang harus didahulukan,dan mana yang bisa dikerjakan belakangan. Life is a choice
Jawaban untuk pertanyaan dari pak Boy:
Yg berkreasi membuat konten positif di youtube, tiktok, silakan teruskan, tapi  lanjutkan dengan membuat tulisan.
Pertanyaan/curhat dari Bu Eni (cs.nya Bu Ros 😊) 
Apa yang harus kita kerjakan terlebih dulu setelah kita diberikan tema untuk menulis? 
Jawab: 
Untuk menulis sebuah artikel yang berupa narasi, selalu gunakan 4W +1H untuk mengembangkan tema tsb. Setiap 1 pertanyaan, dijawab dengan 1 kalimat, yang akan menjadi kalimat utama. 
Pertanyaan dari Bu Sulastika:
Apakah ada notifikasi atau sanksi apabila kita mengutip tulisan/pendapat dari orang lain di blog? 
Jawab: terkait kutipan, kita harus memberi tanda kutip, menulis sumbernya, kapan kita mengutip. Agar kita tidak melakukan plagiarisme, kita baca tulisan orang itu, kita tutup. Lalu kita tulis dengan bahasa sendiri. Inilah metode ATM (amati, tiru, modifikasi) 
Sebagai penutup sesi, beliau memberikan sebuah motivasi/closing statement berikut: 
Yuk kita sama-sama belajar, sama-sama menulis, dan sama-sama berkolaborasi

Selanjutnya setelah rehat sejenak, kita memasuki sesi kedua. Yang menjadi narasumber adalah Bu Nova Indrian,S.T., M.Pd. Beliau menyampaikan materi tentang Web Crawler. 
Web Crawler (perayap web) yang kadang-kadang disebut spider bot, merupakan bot internet yang secara sistematis menelusuri World Wide Web, biasanya dioperasikan oleh mesin pencari  untuk tujuan pengindeksan web. 
Internet ibarat sampah, tinggal kita yang memilih dan memilah. Crawler merayap, mencari tulisan yang kita buat itu sama nggak dengan tulisan orang lain. 
Apa yang kita upload, kita harus siap jika tulisan/foto kita tsb diambil orang lain. 
Bgmn agar terhindar dari hal ini? Kita pernah mengalami bahwa kita tidak bisa copy paste tulisan orang lain. Berarti tulisan tsb sudah diblog oleh pemiliknya. Selanjutnya, beliau memberikan beberapa
contoh Web Crawler, yaitu antara lain: Duck duck bot, Yahoo! Slurp bot, Baiduspider, Facebook external Hit. Selanjutnya, dengan lihainya, Bu Nova menerangkan Cara membuat blog dan hal-hal yang berkaitan dengan blog. Setelah diterangkan dengan jelas, para guru yang belum mempunyai blog diminta untuk mempraktikkan membuat blog. Tak terasa kami sudah berada di penghujung pertemuan workshop hari pertama. Seluruh peserta workshop diberi tugas untuk menulis artikel tentang profil SMKN 2 Pangkalpinang di blognya masing-masing. Akhirnya pada pukul 15.30 kami pulang ke rumah dengan penuh kegembiraanπŸ˜„πŸ˜πŸ’•. 

Pergi ke pasar beli es balok
Jangan lupa pakai sandal
Yuk ayuk belajar membuat blog
Sebagai platform menulis digital. 

Selasa, 23 November 2021

Field Trip Keluarga Besar SMKN 2 Pangkalpinang

Pada hari Selasa, 23 November 2021 keluarga besar SMKN 2 Pangkalpinang mengadakan lawatan budaya (field trip)sekaligus family gathering ke Belinyu. 
Ada 9 bus dan beberapa mobil pribadi yang akan membawa seluruh rombongan menuju kota kecil yang ikonik di daerah utara Pulau Bangka. 
Saya berada di bus no 5 dengan pasutri Guntur, keluarga Pasutri Pak Nuzul dan Bu Dwi , Bu Rita dan cucunya, Pak Sigit, Ayuk Ellie, Evi, Yiyin , Yuk Hema dan suami, Bang Riski dan Bang Irwan sebagai penanggung jawab rombongan, dan Bu Andalusia guru PAI, serta Bu Siti Aminah. 
Sebelum berangkat sie konsumsi membagikan sarapan nasi uduk kepada kami semua. 
Tepat pukul 7.18 dalam cuaca cerah kami berangkat menuju Belinyu. Tidak lupa kami berdoa mohon perlindungan Tuhan selama perjalanan tsb. 
Setelah 2,5 jam perjalanan, kami sampai di Benteng Kutao Panji pukul 10. Kami sempat muter- muter kota Belinyu karena belum ada yang pernah ke sana. 
Benteng ini dibangun oleh Sultan Palembang pada tahun 1776,dan tidak pernah selesai dibangun. Oleh pemerintah, benteng ini menjadi benda cagar budaya.Di dekat benteng ini, dibangun pula sebuah kelenteng pada abad 18.
Selesai menelusuri benteng bersejarah ini, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Penyusuk yang berjarak 22 km dan bisa ditempuh dalam waktu 37 menit. 

Tapi kami mampir dulu mengunjungi Pakakliang yang tidak jauh letaknya. Banyak yang memberi makan bermacam ikan di kolam yang luas. 
Selanjutnya, di tengah hujan yang mengguyur, kami meneruskan perjalanan ke Pantai Penyusuk. 
Sekitar jam 12.30 seluruh rombongan tiba di pantai. 
Acara pertama adalah makan bersama. Kemudian tampil organ tunggal dan aneka permainan perlombaan rekreatif seperti lomba makan krupuk, tuang tepung, lari kelereng dan kereta balon. 
Acara berlangsung meriah. Semua bergembira. Apalagi Pak Edi Sucipto mengajak para siswa untuk berjoget. Siapa yang goyang paling heboh akan dapat saweran. 
Guru dan karyawan yang membawa anak-anak berenang di pantai yang indah. Sebagian murid cowok bermain bola kaki. Semua menikmati momen yang tak terlupakan ini. 
Akhirnya pada pukul 16.30 seluruh rombongan meninggalkan pantai dengan hati riang. 
Tidak lupa kami mampir di Otak-otak Afung untuk membeli otak -otak daun isi dan kulit yang harum ikannya menggugah selera. 

Jumat, 12 November 2021

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie


Judul                      : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Pertemuan ke-       : 18
Gelombang             : 21
Tanggal                   :  12 November 2021
Tema                       : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie
Narasumber           : Raimundus Brian P., S. Pd. 

Kerumunan kecil orang di angkringan
Menyantap sajian bermacam baceman
Sambil meneguk lega aneka minuman
Sungguh nikmatlah  senja kehidupan. 

Malam ini merupakan pertemuan ke 18 Kelas Pelatihan Belajar Menulis PGRI. Yang menjadi moderator kali ini adalah Bu Rosminiyati, S. Pd., rekan seprofesi di sekolah. 
Mengawali pertemuan, Ibu yang enerjik ini mengajak seluruh peserta untuk tersenyum. Karena dengan tersenyum, hati kita akan bahagia, sehingga kita akan merasa nyaman belajar. 
Selanjutnya sang moderator memperkenalkan narasumber, yaitu Bapak Raimundus Brian  Prasetyawan, S. Pd. Beliau lahir di Jakarta 29 tahun yang lalu dan berdomisili di Bekasi. 
Materi yang akan dibahas oleh beliau adalah "Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit indie". Setelah moderator mengajak seluruh peserta berdoa, Pak Raimundus segera menyapa mereka dan menceritakan pengantar singkat. Menurut beliau banyak lulusan pelatihan terdahulu sudah bisa menerbitkan satu, bahkan lebih buku,  baik buku solo maupun antologi. Tak lupa beliau menyampaikan rasa terimakasih pada Om Jay yang telah membuat wadah pelatihan menulis bagi para guru se-Indonesia. 
Mengapa materi ini perlu dibahas, itu tak lain karena salah satu syarat untuk lulus pelatihan ini adalah setiap peserta harus menerbitkan 1 buku solo. 

Sekarang ini, berkat kehadiran penerbit indie, kita bisa menerbitkan buku kita dengan mudah. Hal ini disebabkan penerbit indie melayani penerbitan buku tanpa seleksi. 
Dahulu ketika penerbit indie belum hadir seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Erlangga, Grasindo, Elex media, Andi, dll. 

Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang hingga bisa diterima oleh penerbit tsb. Jika naskah ditolak, dia harus mencoba mencari penerbit lain  sampai dia menemukan penerbit yang mau menerima naskahnya
Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama. 1 tahun saja termasuk cepat.
Nah, dengan kehadiran penerbit indie, proses penerbitan menjadi lebih mudah dan cepat, walaupun tentu ada ongkos yang harus kita keluarkan. 
Lebih lanjut Pak Raimundus mengungkapkan misinya yaitu membantu memberi jalan para peserta pelatihan untuk menemukan penerbit indie yang berkualitas baik dengan harga terjangkau. Yang sudah berjalan selama ini adalah penerbitan buku paket hemat. 

Adapun tahapan untuk paket hemat tsb adalah sbb:
Tahap di paket hemat:
naskah + bukti transfer dikirim ke beliau (Pak Ray) => penerbit membuat cover => penulis melihat hasil desain cover dan menyetujuinya atau perlu revisi (boleh revisi 1x) => penerbit mengirimkan PDF naskah => penulis memeriksa dan merevisi jika diperlukan => Jika cover dan pdf naskah sudah fix, naskah dicetak => buku selesai dicetak dan dikirim oleh penerbit =>pembayaran ongkir dilakukan setelah buku diterima penulis. 

Selain itu, Pak Ray juga sudah menjalin kerjasama dengan penerbit dari Malang, yaitu penerbitan lengkap. 
Untuk tahapan penerbitan lengkap adalah sbb:
naskah dikirim ke beliau => penerbit membuat cover => penulis melihat hasil desain cover dan menyetujuinya atau perlu revisi (boleh revisi 1x) => ika cover sudah fix, naskah dicetak => buku selesai dicetak dan dikirim oleh penerbit => buku diterima penulis => penulis diberikan tagihan total biaya => penulis membayar total biaya

Memang ada konsekuensi kalau kita menerbitkan buku di penerbit indie, yaitu pemasaran buku yang telah terbit itu bukan menjadi tanggungjawab penerbit tsb. 
Setelah selesai pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab. Menanggapi pertanyaan dari Bu Susan, bisakah kita membuat buku solo dari resume selama pelatihan menulis sementara materinya sama, beliau menjawab: 'Bisa! '. Karena setiap orang punya gaya menulis yang berbeda, sehingga walaupun materinya sama, akan diungkapkan dengan gaya yang beragam sesuai keunikan setiap orang. Kita juga bisa memasukkan puisi dan pantun di buku tsb, tapi hanya sekedar pelengkap saja. 
Ada pertanyaan lain yang bagi saya pribadi cukup menggelitik, yaitu pertanyaan dari Elis di Bandung. "Apakah menerbitkan buku di penerbit indie itu bisa menguntungkan secara materi, ataukah hanya sekedar untuk kepuasan bahwa kita sudah menerbitkan buku? " Pak Ray menjawab bahwa itu tergantung kita. Kalau kita ingin mendapatkan keuntungan dari penerbitan buku itu, kita harus menjualnya di atas harga cetak dan dengan tekun mempromosikan dan  memasarkan buku tersebut lewat berbagai media. 
Hal yang menggembirakan bagi para guru ASN, bahwa buku solo hasil resume yang mereka terbitkan bisa dilampirkan untuk kenaikan pangkat. 

Akhirnya sebagai penutup kegiatan pertemuan ini, Pak Raimundus memberikan closing statement sbb: 
Semoga materi yang disampaikan dapat membukakan jalan kepada para peserta pelatihan terhadap akses penerbitan buku yang mudah dan tidak mahal . Dan semoga setelah pelatihan ini, mereka bisa langsung melanjutkan menerbitkan buku. 


MGMP luar biasaa

Hari Rabu, 10 November 2021 terhampar di meja kerja saya di kantor surat tugas dari sekolah untuk mengikuti pertemuan MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Pangkalpinang Tahun 2021. Dengan senang hati saya berencana untuk datang ke kegiatan tsb. Apalagi denger Bu Chandra bilang kita akan makan bakso πŸ˜€πŸ˜€, langsung ngebayangin enaknya menyantap semangkok bakso hangat. 
Namun, apadaya, saya ada tugas lain yang diminta oleh PGRI Kota untuk hadir pada acara technical meeting lomba solo vocal untuk para guru di aula SMKN 2 pada jam 8 sampai selesai. 
Jadi dengan berat hati, saya tetap stay di sekolah, sementara Bu Ros dkk pergi ke SMKN 1 untuk menghadiri acara tsb. 
Selama acara technical meeting itu HP saya saya pasang mode pesawat, karena HP tsb saya gunakan untuk memutar musik pengiring bagi para kontestan lomba yang hadir untuk ambil nada. Sehingga ketika Pak Dida menyuruh saya untuk mengisi formulir tentang pemilihan ketua MGMP Bahasa Inggris, saya nggak sempat mengikuti proses tsb. 
Jadi, anyway, ketika acara technical meeting selesai sekitar jam 11.37, saya membuka WA group MGMP, ternyata ketua baru MGMP Bahasa Inggris sudah terpilih secara definitif, yaitu Bu Nur Azizah, M. Pd. Selamat pada beliau yang merelakan diri untuk mengomandoi kami semua, para guru Bahasa Inggris SMK se-Kota Pangkalpinang. Mudah-mudahan MGMP kita akan semakin berkembang dan mampu memberikan sumbangsih yang berguna bagi dunia pendidikan kota seribu senyuman ini. Terima kasih juga untuk Uni Chandra atas dedikasi dan kerja keras beliau selama menjabat sebagai Ketua MGMP periode sebelumnya. πŸ™

Selasa, 09 November 2021

Konsep Buku Non Fiksi

 



Judul                           : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Pertemuan ke -           : 15
Gelombang                 : 21
Tanggal                       : 5 November 2021
Tema                           : Konsep Buku Non Fiksi
Narasumber                 : Musiin, M.Pd.


Bergulat melawan kerapuhan raga
Demi komitmen semula 
terpateri di dada
tertatih merangkai kata

Tak terasa malam ini kita semua sudah menempuh  separuh lebih dari tujuan yang kita tuju. Pada pertemuan ke-15 ini, yang menjadi moderator adalah seorang pendidik yang cantik, yaitu Ms. Phia..Sedangkan narasumber yang dihadirkan adalah seorang pengajar yang mempunyai banyak prestasi dan pengalaman . Beliau adalah Bu Musiin, M.Pd. Beliau yang lahir di Kediri ini, ingin membagikan ilmunya kepada para peserta belajar menulis yang antusias mengikuti  presentasi setiap narasumber dengan beragam tema.

Tema yang diangkat pada perjumpaan kali ini adalah Konsep Buku Non Fiksi. 

Sebelum menyampaikan materi, beliau yang memulai pengalaman mengajar menjadi dosen di STKIP PGRI pada tahun 1994 ini menceritakan pengalamannya bagaimana beliau berhasil menaklukkan tantangan yang diberikan oleh Prof. Eko untuk menerbitkan sebuah buku, yang sekaranga buku tsb dipajang di TB Gramedia dan dijual secara online. 





Selain itu, ada sebuah buku yang menurut beliau layak menjadi acuan untuk penulis pemula. Karena di dalam buku itu diceritakan oleh si penulis bahwa di dalam diri kita, kita semua memiliki buku, namun buku itu belum dilahirkan. Untuk dapat lahir, dibutuhkan sebuah proses panjang yang membutuhkan perjuangan, kerja keras, kesabaran, keuletan, keteguhan  dan komitmen.



Dalam penulisan buku non fiksi, seperti yang dipaparkan oleh Bu Musiin, yang menempuh pendidikan S1 nya di IKIP Negeri Malang, ada 3 pola, yaitu:

1.            Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit)

Contoh: Buku Pelajaran

2.            Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.

Contoh: Buku Panduan

3.            Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)

Selanjutnya, sang narasumber yang memperoleh gelar M.Pd.nya di Universitas NegeriI Surabaya ini: menyampaikan bahwa proses penulisan buku terdiri dari 5  langkah, yakni

1.            Pratulis

Ada 9 hal yang harus dilakukan dalam kegiatan pratulis ini, yaitu:

    Menentukan tema

Tema yang kita pilih tentunya suatu tema yang sudah kita kuasai dan yang menjadi passion kita., misalnya tema tentang: pendidikan, parenting, motivasi, dll

☝     Menemukan ide

Suatu ide bisa kita dapatkan dari pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, berita di media massa,   status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram, imajinasi, mengamati lingkungan, perenungan.    membaca buku, merencanakan jenis tulisan, mengumpulkan bahan tulisan, bertukar pikiran,          menyusun daftar, meriset, membuat Mind Mapping, menyusun kerangka, menulis draf dan merevisi draf, menyunting naskah, dan menerbitkan.

☝   Merencanakan jenis tulisan

☝   Mengumpulkan bahan tulisan

☝   Bertukar pikiran

☝   Menyusun daftar

☝   Meriset

☝   Membuat Mind Mapping

☝   Menyusun kerangka

berikut ini adalah contoh kerangka buku yang dibuat oleh Ibu Musiin untuk buku beliau "Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda melalui Literasi"

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia

A.            Pembagian Generasi Pengguna Internet

B.            Karakteristik Generasi Dalam Berinternet

BAB 2 Media Sosial

A.            Media Sosial

B.            UU ITE

C.            Kejahatan di Media Sosial

BAB 3 Literasi Digital

A.            Pengertian

B.            Elemen

C.            Pengembangan

D.            Kerangka Literasi Digital

E.            Level Kompetensi Literasi Digital

F.            Manfaat

G.           Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi

H.            Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara

A.            Keluarga

B.            Sekolah

C.            Masyarakat

BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62

A.            Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia

B.            Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia

C.            Membangun Digital Mindset Warganet +62

Selanjutnya, beliau menyampaikan bagaimana anatomi buku non fiksi, seperti berikut:

Anotomi Buku

1.            Halaman Judul

2.            Halaman Persembahan (OPSIONAL)

3.            Halaman Daftar Isi

4.            Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)

5.            Halaman Prakata

6.            Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)

7.            Bagian /Bab

8.            Halaman Lampiran (OPSIONAL)

9.            Halaman Glosarium

10.          Halaman Daftar Pustaka

11.          Halaman Indeks

12.          Halaman Tentang Penulis

2. Menulis Draf                                                                             

- Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas

- Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

3. Merevisi Draf

- Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian

- Memeriksa gambaran besar dari naskah

4. Menyunting Naskah

Gunakan KBBI dan PUEBI untuk menyunting ejaan, tata bahasa, diksi. Kita juga perlu menyunting data dan fakta serta legalitas dan norma.

5. Menerbitkan


Di sesi pertanyaatanya jawab, menjawab  pertanyaan tentang bagaimana mencari dan memastikan sumber informasi yang valid dijaman sekrang untuk bisa dimuat dalam tulisan nonfiksi, beliau menerangkan bahwa Tentu kita tidak boleh begitu saja mempercayai suatu sumber. Salah satu cara untuk mengenali apakah informasi itu valid dengan memverifikasi sumber berita.Kita bisa mengenali apakah sumber berita tersebuat hoax atau fakta dengan berbagai aplikasi.Aplikasi plagiarism checker bisa mendeteksi apakah tulisan tersebut copy paste dari tulisan orang lain.Google image juga sangat membantu kita mengetahui kebenaran suatu sumber dengan cara copy gambar dari berita dan kita cari di google pencarian gambar.

Sebagai closing statement, beliau mengatakan: "Di tiap chapter hidup kita selalu ada momentum yang tidak akan terulang. Dengan masuk di kelas menulis Om Jay adalah momentum untuk memulai menulis. Pertanyaannya KAPAN LAGI? Atau TIDAK SAMA SEKALI."

Rabu, 20 Oktober 2021

Komitmen Menulis di Blog

 


Judul                           : Pelatihan Belajar Menulis PGRI
Pertemuan ke -           : 8
Gelombang                 : 21
Tanggal                       : 20 Oktober 2021
Tema                           : Komitmen Menulis di Blog
Narasumber                : Drs. Dedi Dwitagama, M.Si.


Saat senja menjelang,
purnama bulan menyibak di ufuk timur
pendarkan lembut cahanya
semesta bergegap bersenyap nurani.

Malam ini memasukin pertemuan ke-8, hadirlah di tengah-tengah kita seorang narasumber yang luar biasa. Beliau bernama Drs. Dedi Dwitagama, M.Si.

Beliau lahir di Jakarta, 28 Nopember 1964. Dalam kurun waktu 6 tahun ,yaitu dari 2005 sampai 2011,m beliau telah menjadi kepala sekolah di 3 SMKN yang berbeda. Beliau adalah seorang Pendidik, Trainer, Nara Sumber dan Motivator bidang Pendidikan, Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, HIV/AIDS, Kepemimpinan, Berbicara dimuka Umum, Teknologi Informasi, Menulis Kreatif/Creative Writing, Pendidikan Karakter dan Komunikasi/TIK. Saat ini beliau menjadi Guru Matematika di SMKN 50 Jakarta.


Dengan dimoderatori  ibu yang cantik, yaitu Bunda Aam Nurhasanah, acara berlangsung tidak seperti biasanya, yaitu sang narasumnber langsung menjawab setiap pertanyaan yang diajukan peserta.


Berikut rangkuman tanya jawabnya antara peserta (Q) denganDrs. Dedi Dwitagama, M.Si.(A):

Q: Apakah fungsi blogger hanya untuk menulis saja pak. Adakahfungsi  yg lain? 
A: Blog itu intinya sebagai majalah pribadi kita yang isinya bisa kita isi dg apapun yg kita mau ... suka" kita ajaaa

Q: Apakah menulis di blog bisa menambah income (penghasilan) ?
A:  bisaaaaaa .... gegara blog saya keliling Indonesia dan bebrapa negara di dunia

Q: Kapan  blog ini dipublikasikan..dan apa keistimewaannya sehingga masih eksis dan membuat org ramai mengikutinya..?
A: Blog itu muncul tahun 1994 di Amerika. Blog merupakan jurnal harian yang diupload di internet. Agar menarik orang lain untuk berkunjung ke blog kita,, blog yang kita tulis harus memberi manfaat untuk orang lain dan berisi hal yang orang lain butuhkan.


Q: Apakah bakat menjadi fakto utama dalam menulis?
A: Bakat bukanlah faktor utama. Yang penting harus terus berlatih menulis Menulis merupakan proses meninggalkan jejak dalam hidup.


Q: Apakah ada batasan dl menulis di blog?
A: Batasannya spt pergaulan di dunia nyata ... jangan menyinggung perasaan fihak lain ... tebarkan kebaikan yang bermanfaat buat banyak org

Q: Apakah blogger hanya untk tulisan saja?
A: Blogger tak hanya utk tulisan, bisa menayangkan foto, video, dan apapun yg kita mau. posting saya di blog sudah lebih dari 5.000 termasuk blog foto saya

                               

Q: Bagamana cara membentuk komitmen dlm.menulis?
A: Membentuk komitmen ngeblog gampang aja ... posting aja terus, ga usah pikirkan kualitas ... itu akan otomatis terbentuk sesuai prjalanan waktu

Q: Bagaimana cara membuat link di blogger seperti RPP. SILABUS dsbnya.?
A:  Klik tanda +, trus pilih file yg mau anda unggah .... nanti pengunjung blog anda bisa mengunduhnya ... SEE https://www.google.com/search?q=CARA+MELAMPIRKAN+FILE+DI+WORDPRESS&source=lmns&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwjmwvbdgdnzAhWcnEsFHYRmDFIQ_AUoAHoECAEQAA

Q: Aapakah blogger bisa menjadi sarana utk mengajar?

Q: Apa kiatnya agar blog kita dikenal orang?
A: Judul dan konten yang kita buat hendaknya menggunakan kata-kata yang banyak orang cari/.butuhkan. Selain itu kita juga rajin bersilaturahmi ke blog orang lain, memberikan komentar di blog tsb.

Q:  Bagaimana kiat² yg harus kita lakukan agar tetap bisa konsisten dalam menulis di blog?
A: Tuliskan apa saja yang ingin kita tulis. Saya bisa menulis kapanpun, saat mengantar istri berbelanja, saat rapat ketika pejabat belum datang, saat menunggu penerbangan, saat menjemput anak sekolah. Juga , kita perlu menjadwalkan tulisan kita.

Q: Bagaiman caranya agar konsekuen menulis di blog?
A: Tulis saja, posting saja, tidak usah mikr bagus/tidak. Dalam perjalanan waktu nanti akan menjadi bagus.

Sebagai penutup, saya menuliskan motto yang dimiliki narasumber: "Manfaatkan waktu yang ada, dan berusahalah memberi manfaat bagi banyak orang."

Bakti Sosial PS Stella Maris ke Air Semut

Hari Minggu, 14 November 2021, 11 anggota Paduan Suara Stella Maris Keuskupan Pangkalpinang mengadakan kunjungan bakti sosial ke Stasi Santo...